Pemilu Kada 2010

Bawaslu dan KPK Bahas Kerjasama Pengawasan Pemilu Kada 2010

Thursday, 18 February 2010 (624 reads)

Jakarta-Bawaslu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengadakan pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka kerjasama pengawasan pelaporan kekayaan bakal calon, politik uang dan dana kampanye  pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) tahun 2010.

“Hal ini dilakukan Bawaslu mengingat pada tahun 2010 ini akan berlangsung 244 Pemilu Kada di Indonesia dan saat ini daerah yang sedang melakukan pemutakhiran data sebanyak  124, yang masuk tahapan pencalonan ada 78 dan sedang berlangsung kampanye sebanyak 10 kabupaten/kota,” jelas Ketua Bawaslu, Nur Hidayat Sardini yang didampingi ke empat anggota Bawaslu yaitu Wahidah Suaib, Wirdyaningsih, SF Agustiani Tio Federina Sitorus dan Bambang Eka Cahya Widodo dalam pertemuan yang digelar di Gedung KPK, Jakarta (18/2).

Kerjasama ini dilakukan, menurut Sardini, karena melihat dari potensi-potensi berdasarkan laporan panwas-panwas yang dibentuk di daerah itu memperlihatkan adanya sejumlah kerawanan, misalnya masalah  dana kampanye, politik uang, penyalahgunaan jabatan dalam Pemilu Kada dan penggunaan dana APBD dalam rangka promosi.

Selain itu, Bawaslu berharap dapat terbukanya akses laporan kekayaan para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan melaju di Pemilu Kada 2010. Hal ini dilakukan agar adanya transparansi publik, aliran dana ilegal yang diterima saat Pemilu Kada dan praktik politik uang.

“Misalnya, potensi kerawanan bantuan sosial terkait pekerjaan proyek itu meningkat, frekuensi penggunaan fasilitas publik juga meningkat kemudian program seperti beasiswa yang sebelumnya sudah diketok palu namun sudah lama tidak keluar kemudian digulirkan ketika tahapan-tahapan Pemilu Kada berlangsung,” paparnya.

Nur Hidayat Sardini juga melihat adanya peluang untuk bisa mendapatkan akses untuk melihat harta kekayaan pasangan calon Pemilu Kada karena hampir 60 persen pejabat daerah yang mengajukan dirinya kembali dalam Pemilu Kada tahun ini.

 “Karena itu, kami (Bawaslu dan KPK) akan bekerjasama terkait misalnya kampanye bersama dalam upaya-upaya pencegahan seperti tukar menukar informasi utamanya laporan harta kekayaan, pelatihan bersama kemudian pelatihan investigasi dalam rangka pelatihan kapasitas staf Bawaslu dan Panwas,” tandasnya.  

KPK menyambut Positif

Dua petinggi KPK yang menjabat sebagai Wakil Ketua KPK yaitu Haryono Umar dan Muhammad Jasin menyambut positif pertemuan yang dilakukan Bawaslu. Keduanya dengan sangat antusias membicarakan soal kerjasama-kerjasama yang terkait dengan Pemilu Kada tahun 2010 ini.

“Sesuai dengan tugas Bawaslu dan tugas KPK, kita bersama-sama membangun pemerintahan yang baik ke depan ini, karena memang di daerah itu persoalannya banyak sekali yang harus dibenahi,” ujar Wakil Ketua KPK, Haryono Umar.

Haryono Umar juga mengatakan bahwa kerjasama-kerjasama itu merupakan hal yang baik sehingga masyarakat semakin sadar dan mengerti apa itu korupsi dan segala macamnya. Bahkan KPK siap memberikan pelatihan-pelatihan untuk material secara cuma-cuma.

Hal senada juga dikatakan oleh Wakil Ketua, Muhammad Jasin yang mengatakan semoga kerjasama ini menjadi suatu wahana bagi masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan jika ada pelanggaran-pelanggaran.

“Mudah-mudahan masyarakat Indonesia menjadi majulah dalam berdemokrasi,” tegasnya. [NK]