Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia

Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu

Bawaslu Perkuat Program Pengawasan Pemilu Partisipatif

Kam, 15/06/2017 - 00:58 -- ali imron
Kordinator Divisi Sosialisasi dan Pengawasan, Mochammad Afiffudin membuka Focus Group Discussion (FGD) mengenai Desain Pusat Pengawasan Pemilu Partisipatif Tahap II tahun 2017 di Hotel Santika, Depok, Kamis (15/6). Hadir dalam kegiatan tersebut anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja, Kepala Bagian Sosialisasi TP3 Dirja Abdulkadir, narasumber Wahidah Syuaib, Toto Sugiarto, Heroik, Eka Satia Laksmana, Agus Melaz, Fery Rizky Kurniansyah serta Tim Asistensi dan staf bagian sosialisasi TP3 Bawaslu RI, kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga sabtu 17 Juni 2017. Photo: Humas-Nurisman

Depok, Badan Pengawas Pemilu- Bawaslu kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Desain Pusat Pengawasan Pemilu Partisipatif tahap II guna memperkuat program pelibatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dalam rangka persiapan Pilkada tahun 2018.

Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin selaku Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pengawasan menyatakan, pengembangan pengawasan dalam Pilkada tahun depan akan membutuhkan kerja keras yangmana pengawas Pemilu harus mampu menjadi penghubung banyak aktifitas dan komunitas Pemilu.

“Kita ingin inovasi dalam pengawasan partisipatif berkembang, semacam desentralisasi pengelolaan pengawasan Pemilu di level provinsi. Ide besar ini semacam sirine bagi pengawasan terhadap peserta Pemilu sehingga akan menjadi pusat partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu," kata Afif saat membuka FGD Desain Pusat Pengawasan Pemilu Partisipatif tahap II di Hotel Santika Depok, Kamis (15/7).

Banyak hal, kata Afif, yang dapat dijadikan masukan dari para narasumber FGD sebagai bahan untuk mencari pola atau formula bagaimana pengawasan partisipatif harus dibangun.

“Kami ingin membuat sebuah pusat informasi kegiatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif Pemilu, seperti laboratorium tentang kepemiluan. Bawaslu sudah punya aplikasi Gowaslu yang telah berjalan. Dan kita akan terus mengembangkan program yang dulu sudah ada seperti rekrutmen relawan," jelas Afif.

Selanjutnya Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, soal keterlibatan ormas semacam GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah, keterlibatan Gerakan Pramuka, karang taruna, kelompok pemuda, kelompok perempuan, kelompok pengajian, kelompok mahasiswa dapat dijadikan kelompok sasaran dalam pengawasan partisipatif Pemilu. Hal ini menurutnya juga bisa sekaligus menjadi pusat perekrutan pengawas PPL dan Panwascam.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (15/6) hingga Sabtu (17/6).

Penulis/Foto: Nurisman