Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia

Dari Bawaslu Kita Selamatkan Pemilu Indonesia

Papua Barat Buktikan Pilkada Berjalan Aman dan Damai

Sab, 11/03/2017 - 12:16 -- pratiwi eka putri

Manokwari, Badan Pengawas Pemilu - Pelaksanaan tahapan pemungutan dan rekapitulasi suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Papua Barat tahun 2017 sudah selesai dengan berjalan lancar, aman, dan damai. Meski sebelumnya berdasarkan data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang disusun oleh Bawaslu RI, Provinsi Papua Barat menempati urutan pertama untuk tingkat kerawanananya karena masih adanya kecurangan, namun penyelenggara Pemilu mampu menjadikan Pilkada Papua Barat yang berintegritas.

Pimpinan Bawaslu Papua Barat Alfredo Ngamelubun mengatakan, pelaksanaan Pilkada telah berjalan dengan aman dan lancar. Jajaran pengawas melakukan pengawasan yang melekat agar dapat mewujudkan Pilkada yang sesuai dengan harapan. Hanya saja terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Metamani Kabupaten Sorong yang dengan sengaja melakukan pencoblosan kertas suara sebelum hari H pencoblosan pada 15 Februari 2017. Akibat pelanggaran tersebut, Bawaslu Papua Barat mengajukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di kecamatan tersebut. Namun hal ini tidak menimbulkan konflik pada pelaksanaan Pilkada.

Alfredo juga menjelaskan, Provinsi Papua Barat  tidak mengajukan sengketa hasil ke Mahkamah Konstitusi (MK). Meski saat rekapitulasi suara,  pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor 3 tidak mengutus saksi serta saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor 2 yang hadir dari awal acara hingga selesai acara tidak mau menandatangani berita acara dengan alasan keberatan karena masih banyak pelanggaran, namun tidak sampai menggugat ke MK.

 "Pada dasarnya semua pihak sudah menerima. Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Papua Barat sudah bisa ditetapkan pada 15 Maret 2017 mendatang. Hanya saja untuk Pilkada Kabupaten Maybrat dan Kota Sorong masih diproses di MK," ujar Alfredo.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat Amus Atkana mengatakan hal serupa, pelaksanaan Pilkada mulai dari pencalonan hingga rekapitulasi berlangsung aman dan aman. Dinamika yang terjadi, pasangan calon yang kalah menerima dan mengakui kekalahannya.

"Semua berjalan aman. Tidak ada pembakaran atau kerusuhandan kondisi mencekam seperti pada Pilkada yang terdahulu," pungkasnya.

 Penulis/Foto: Nurisman

Editor: Pratiwi