Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia

Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu

Sekretaris Jenderal

Gunawan Suswantoro dilahirkan di Banjarnegara, beragama Islam, dan menempuh pendidikan terakhir di Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Pada tanggal 25 Juni 2013, usai pelantikan sebagai Sekretaris Jenderal Bawaslu, Gunawan meneteskan air mata karena mimpinya untuk membangun Pengawas Pemilu yang kuat dan dipandang menjadi kenyataan satu persatu.

Sejak tahun 2009 menjabat sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu. Awal prestasinya pada tahun 2010, turut berjuang dalam Judicial Review Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu di Mahkamah Konstitusi, yang mengabulkan permohonan Bawaslu dan menyatakan bahwa Bawaslu merupakan bagian dari penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap dan mandiri. Sehingga, kewenangan Bawaslu dalam merekrut jajarannya, yang sebelumnya dimiliki oleh KPU, sepenuhnya menjadi kewenangan Bawaslu.

Selain itu, Gunawan juga terlibat dalam advokasi Bawaslu terhadap Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilu, yang memperkuat posisi dan kewenangan Bawaslu, di antaranya adanya Pengawas Pemilu yang permanen di tingkat provinsi serta dukungan Kesekretariatan ditingkatkan menjadi Kesekretariatan Jenderal.

Kini, satu per satu mimpi tersebut menjadi nyata. Salah satu keinginan yang sedang dirajutnya, adalah suksesnya Pemilu 2014 dan terciptanya Bawaslu sebagai center of knowledge (pusat ilmu pengetahuan) Pengawasan Pemilu di Indonesia bahkan di dunia. Gunawan adalah satu-satunya Sekretaris Jenderal yang memfasilitasi dua Lembaga Negara, yaitu Bawaslu dan DKPP.