Dikirim oleh Reyn Gloria pada
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda berikan arahan dalam kegiatan Analisis Akar Permasalahan Pemungutan Suara Ulang pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Foto: Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu RI


Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengingatkan bahwa akar permasalahan yang berujung pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) tidak selalu muncul pada hari pemungutan dan penghitungan suara. Menurutnya, persoalan tersebut dapat terbentuk jauh sebelum tahapan pemungutan suara berlangsung.

Herwyn menilai Bawaslu perlu menyisir secara lebih menyeluruh berbagai problematika dalam pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan 2024. Hasil evaluasi tersebut penting menjadi kewaspadaan bagi seluruh jajaran pengawas pemilu, termasuk pengawas ad hoc, agar potensi persoalan yang dapat berujung pada PSU dapat dicegah sejak awal.

“Akar masalah pemungutan suara ulang tidak hanya terkait dengan ketidakprofesionalan, ketidaknetralan, atau persoalan integritas jajaran penyelenggara pemilu pada saat pungut hitung. Bisa saja akar masalahnya sudah muncul jauh hari sebelum tahapan pemungutan suara berlangsung,” jelas Herwyn dalam kegiatan Analisis Akar Permasalahan Pemungutan Suara Ulang pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, potensi persoalan bahkan dapat muncul sejak tahapan pencalonan maupun kampanye. Dalam Pemilu maupun Pemilihan, berbagai pelanggaran pada tahapan tersebut dapat berkembang dan pada akhirnya memengaruhi legitimasi proses serta hasil pemungutan suara.

Herwyn mencontohkan politik uang sebagai salah satu persoalan yang perlu dicermati secara serius. Karena itu, analisis terhadap PSU tidak cukup hanya berfokus pada kejadian di tempat pemungutan suara, tetapi perlu menelusuri rangkaian persoalan sejak tahapan sebelumnya.

“Kita harus melihat dan merumuskan setiap problematika pada Pemilu dan Pemilihan 2024 untuk menjadi rekomendasi bagi pelaksanaan Pemilu 2029. Kerawanannya juga akan kita petakan,” tegas Herwyn.

Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar pengalaman Pemilu dan Pemilihan 2024 tidak berhenti sebagai evaluasi, tetapi dapat menjadi dasar dalam memperkuat strategi pencegahan dan pengawasan menghadapi Pemilu 2029.

Editor: Hendi Poernawan
Foto: Reyn