Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengawal demokrasi di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan perubahan visi Bawaslu untuk periode 2025–2029 yang menempatkan kolaborasi sebagai pedoman dalam memperkuat pengawasan pemilu.
Herwyn menyampaikan kolaborasi diperlukan dalam konteks pengawasan partisipatif. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak mampu mewujudkan pengawasan yang partisipatif.
“Bagi kami di Bawaslu, kolaborasi merupakan hal yang penting dalam konteks pengawasan partisipatif. Mengawal demokrasi tidak hanya dibebankan kepada satu lembaga, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Buka Bersama Keluarga Besar JPPR, Kamis (5/3/2026).
Senada dengan Herwyn, Ketua KPU Mochammad Afifuddin berharap kolaborasi yang sudah ada terus terjalin dan terjaga. “Jadi kita harus terus memupuk, baik antar lembaga, JPPR, dan masyarakat sipil agar kolaborasi terjalin dengan baik,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Herwyn juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini turut berperan dalam pengawasan pemilu, termasuk Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Ia berharap momen ini dapat mempererat kolaborasi dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
“Terima kasih atas undangan dan kerja sama yang telah terjalin. Mudah-mudahan kita semua dapat terus mengawal demokrasi agar semakin baik di masa yang akan datang,” pungkas Herwyn.
Teks dan foto: Bintang
Editor: Hendi Poernawan