Dikirim oleh Reyn Gloria pada
Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu, Yusti Erlina, saat membuka acara Pengembangan Kerangka Metodologis IKP Tahun 2029 di Bogor, Selasa (8/9/2026).

Bogor, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu, Yusti Erlina, menyampaikan bahwa Bawaslu saat ini harus menyadari tantangan kerawanan pada era teknologi. Penggunaan artificial intelligence (AI), kata dia, sudah disiapkan oleh partai politik (parpol) untuk membantu pelaksanaan kampanye.

Hal ini menurutnya jelas menjadi tantangan baru bagi Bawaslu karena teknologi yang makin canggih dan mudah diakses. Saat berdiskusi dengan para ahli, ia menilai Bawaslu perlu mempersiapkan amunisi dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) secara lebih mendalam dan matang terkait AI.

"Jelas kita harus mendalami teknologi AI. Kita harus bisa memastikan konten yang diunggah oleh peserta pemilu itu AI atau bukan. Dari mana sumbernya, kita harus punya tools yang mumpuni," jelas Yusti saat membuka acara Pengembangan Kerangka Metodologis IKP Tahun 2029 di Bogor, Selasa (8/9/2026).

Dari sisi pengawasan, Yusti menyampaikan adanya kemungkinan opsi bagi para calon anggota legislatif (caleg) untuk menggunakan metode AI karena dinilai lebih murah. Namun, jika metodenya tidak disusun dengan baik, ia mengimbau hal ini dapat menjadi celah kerawanan baru.

"Ini juga bentuk kerawanan yang mungkin nanti dapat didalami, misalnya positioning dan strategi Bawaslu ke depan dalam menghadapi perubahan paradigma yang digunakan oleh para peserta kampanye pada 2029 dengan teknologi AI," tuturnya.

Editor: Bhakti Satrio
Foto: Reyn Gloria
 

Tag