Dikirim oleh Robi Ardianto pada

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Lolly suhenty mengatakan partai politik (parpol) peserta pemilu atau calon peserta pemilu diperkenankan melakukan pendidikan politik di kampus. Hanya saja kata dia, salah satu syaratnya harus kampus yang mengundang dan tidak hanya mengundang satu partai atau satu calon peserta pemilu saja.

Dikirim oleh Regi Renovan pada

Majalengka, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Pasca Bawaslu meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 pada desember lalu, kini giliran jajaran Bawaslu daerah meuncurkan IKP di wilayahnya masing-masing.Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty yang menghadiri peluncuran IKP oleh Bawaslu Kabupaten Majalengka menyebutkan, hal ini sebagai upaya pemetaan kerawanan pemilu untuk

Dikirim oleh Rama Agusta pada

Surabaya, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu meluncurkan aplikasi 'Jarimu Awasi Pemilu'. Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengungkapkan aplikasi komunitas digital pengawasan partisipatif tersebut dibuat sebagai percepatan pertukaran informasi, edukasi, literasi kepemiluan, serta amanah Perbawaslu Pengawasan Partisipatif.

Dikirim oleh Jaa Pradana pada
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengharapkan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) menjadi aktor dalam dunia pemilu, bukan hanya menjadi penonton. Aktor yang dimaksudnya beragam caranya, bisa menjadi pengawas partisipatif, penyelenggara pemilu, maupun aktif dalam pemantau pemilu.
 
Berlangganan Lolly Suhenty