Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Rahmat Bagja meminta peran Komisi Independen Pemantau Pemilu Indonesia (KIPP Indonesia) untuk tetap aktif dalam mengawal pemilu. Menurutnya KIPP telah membuktikan diri sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi melalui pemantauan pemilu dan produk hasil pemilu.
“Kehadiran masyarakat sipil penting untuk ikut menilai kualitas penyelenggara pemilu, partai politik, maupun pemerintah melalui pemilu dan hasilnya,” ujar Bagja saat menerima audiensi KIPP Indonesia di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Bagja menyebut Bawaslu akan berupaya menjaga semangat kerelawanan dalam pemantauan pemilu. Hal tersebut sebagai bentuk hadirnya negara dalam membantu masyarakat mengambil peran aktif mengawal jalannya pemerintahan.
Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu, Brahma Aryana mendiskusikan penguatan peran masyarakat sipil dalam demokrasi, khususnya dalam pemantauan pemilu. Ia menyampaikan penguatan partisipasi masyarakat selama ini telah mendapat perhatian Bawaslu melalui program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP).
Menurut Brahma, lulusan SKPP memiliki peluang untuk terlibat sebagai pemantau pemilu maupun pemilihan di berbagai daerah. Sementara itu, semangat kerelawanan dalam pemantauan seperti yang dilakukan KIPP Indonesia perlu terus mendapat dukungan agar partisipasi publik dalam demokrasi tetap terjaga.
Untuk diketahui, KIPP Indonesia merupakan organisasi pemantau pemilu independen yang berdiri sejak 1996 dan dikenal sebagai salah satu pelopor pemantauan pemilu berbasis masyarakat sipil di Indonesia.
Editor: Hendi Poernawan
Foto: Nofiar