Submitted by Bhakti Satrio on
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam saat membuka Seminar Nasional Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan dan Relevansinya dengan Pelembagaan Tata Kelola Partai Politik yang Baik secara daring pada Rabu (25/2/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, mengapresiasi Bawaslu Provinsi Papua Barat yang menggelar diskusi mengenai pemutakhiran data partai politik (parpol) secara berkelanjutan. Menurutnya, pembahasan mengenai pemutakhiran data parpol merupakan isu krusial yang selama ini jarang dibahas secara mendalam oleh penyelenggara pemilu.

Bagja menilai langkah Bawaslu Papua Barat ini sebagai titik terang dalam memunculkan isu pemilu dari wilayah timur untuk digaungkan ke tingkat nasional. Ia juga menjelaskan perbedaan antara daftar pemilih berkelanjutan yang diwajibkan undang-undang dengan sistem informasi partai politik (SIPOL) berkelanjutan. Meski SIPOL tidak diatur secara spesifik dalam undang-undang seperti daftar pemilih, keberadaannya tetap vital dan diatur melalui Peraturan KPU (PKPU) serta diawasi melalui Surat Edaran Bawaslu.

“Dulu tidak ada sistem informasi yang berkelanjutan seperti ini. Keberadaan SIPOL menjadi perbaikan sekaligus pengingat bagi kita dalam mengawasi sistem informasi partai politik di Indonesia,” ujar Bagja saat membuka Seminar Nasional Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan dan Relevansinya dengan Pelembagaan Tata Kelola Partai Politik yang Baik secara daring, Rabu (25/2/2026).

Bagja juga menegaskan bahwa demokrasi tidak mungkin tegak tanpa kehadiran partai politik. Ia menilai parpol sebagai anak kandung demokrasi, sehingga pengawasan terhadap datanya sangat berkaitan dengan tugas dan fungsi Bawaslu maupun KPU. Menurut Bagja tujuan utama dari aksesibilitas data parpol yang baik adalah untuk memperkuat tanggung jawab dan komunikasi antara partai politik dengan pemilihnya.

“Semakin baik pendataan kita, tentu akan semakin baik kelembagaan partai politik tersebut. Dan semakin baik kelembagaan partai, maka diharapkan semakin baik pula komunikasi dengan pemilihnya, karena partai bertanggung jawab terhadap apa yang mereka kampanyekan,” tambahnya.

Melalui seminar ini, Bagja berharap seluruh penyelenggara pemilu memiliki kesadaran yang lebih tinggi atas data parpol yang berkelanjutan guna menunjang tata kelola kelembagaan yang lebih profesional di masa mendatang.

Editor: Nofiar

Foto: Tangkapan layar zoom meeting