Submitted by Robi Ardianto on
Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina dalam kultum Ngabuburit Pengawasan dengan tema 'Penguatan Dukungan Teknis Pengawasan Pemilu' melalui daring, Selasa (3/3/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum -  Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina mengatakan ikhtiar, doa, dan tawakal merupakan tiga prinsip penting yang menjadi landasan penguatan pengawas pemilu. Lebih lanjut tiga prinsip tersebut merupakan amanah yang menjadi tanggung jawab sebagai lembaga dan manusia kepada Sang Pencipta.

“Ikhtiar adalah usaha maksimal yang harus dilakukan manusia. Agama kita tidak mengajarkan untuk berpangku tangan, tetapi mendorong kita untuk berusaha sebaik-baiknya,” katanya dalam kultum Ngabuburit Pengawasan dengan tema 'Penguatan Dukungan Teknis Pengawasan Pemilu' melalui daring, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberi teladan dengan selalu melakukan ikhtiar secara sungguh-sungguh dalam setiap urusan. Bahkan dalam peperangan, Rasulullah mempersiapkan strategi, senjata, dan logistik secara matang.

Hal tersebut, tegas dia, menunjukkan bahwa ikhtiar merupakan bagian dari sunnah Rasulullah. Dalam konteks tugas Bawaslu, dia mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat dukungan teknis pengawasan pemilu, termasuk melalui optimalisasi layanan publik dan penguatan sistem digital yang dimiliki Bawaslu seperti Siwaslu, Sigaplapor, dan SIPS.

Berbagai instrumen tersebut, kata dia, perlu terus ditingkatkan dan diintegrasikan agar mampu mendukung pengawasan pemilu secara lebih efektif dan efisien.

“Sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperbaiki segala kekurangan dan menyempurnakan sistem yang ada agar menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selain ikhtiar, Yusti juga mengingatkan pentingnya doa dalam setiap usaha yang dilakukan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pada akhirnya terjadi atas izin Allah SWT.

“Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa adalah senjata bagi umat manusia. Karena itu, setiap usaha harus selalu diiringi dengan doa,” jelasnya.

Setelah ikhtiar dan doa dilakukan, langkah selanjutnya adalah bertawakal dengan menyerahkan hasil kepada Allah SWT. “Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi berserah diri setelah ikhtiar dilakukan secara maksimal,” tegasnya.

Keseimbangan antara ikhtiar, doa, dan tawakal, tegas dia, akan melahirkan sikap profesional dalam menjalankan amanah.

“Usaha tanpa doa dan tawakal akan membuat manusia sombong. Sebaliknya, doa dan tawakal tanpa usaha justru membuat kita malas,” pungkasnya.

Melalui prinsip tersebut, Yusti berharap seluruh jajaran Bawaslu dapat terus bekerja secara amanah dan profesional dalam mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih baik.

Editor: BSW