Submitted by Jaka Fajar on
Sekretariat Jenderal (Sekjen) Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, saat melantik Pejabat Fungsional dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sekretariat Jenderal (Sekjen) Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pegawai untuk mendukung kinerja Bawaslu yang spesifik dan penuh tantangan. Saat ini, Bawaslu masih kekurangan pejabat fungsional, dengan jumlah PNS baru sekitar 5.000 orang dari total 12.000 pegawai.

"Bawaslu saat ini masih kekurangan pejabat fungsional, dengan PNS baru sekitar 5.000 dari 12.000 pegawai. Peningkatan kompetensi sangat penting untuk mendukung kinerja kita yang penuh tantangan," ungkap Sekjen Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, dalam Pelantikan Pejabat Fungsional dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Ferdinand melanjutkan, Bawaslu telah menyiapkan rencana strategis (roadmap) pengembangan SDM untuk mengatasi kekurangan pejabat fungsional tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aparatur Bawaslu memiliki keahlian yang mumpuni dalam menjalankan tugasnya.

"Kita sudah menyiapkan roadmap ke depan, mulai dari fasilitas beasiswa sekolah S-1 hingga S-3 untuk menambah angka kredit pegawai, rancangan plot diklat kompetensi pada tahun 2027 bagi semua PNS seperti auditor, serta penerapan pola mutasi dan rotasi antardaerah yang kini semakin beragam," kata Ferdinand.

Ferdinand juga mengingatkan seluruh pegawai untuk bekerja sesuai dengan aturan dan kapasitas masing-masing lewat sistem manajemen yang terbuka (open management system).

Di akhir sambutan, ia berpesan agar seluruh staf menjaga kedisiplinan terkait aturan absensi serta menciptakan lingkungan kerja yang positif.

"Pastikan kantor kita sehat. Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mental masing-masing," tegas Ferdinand.

 

Editor: Bhakti Satrio

Foto: Jaka Fajar