Submitted by Jaka Fajar on
Anggota Bawaslu Totok Hariyono dalam kegiatan Diskusi Media Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun yang diselenggarakan di Pangandaran, Kamis (3/9/2026).

Pangandaran, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Totok Haryono menegaskan penilaian atas kinerja lembaga pengawas pemilu selama kurun waktu lima tahun terakhir sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat dan insan pers. Menurutnya, media berperan objektif menilai pelaksanaan tugas dan kewenangan Bawaslu.

"Saya tidak bisa menilai diri saya sendiri. Kawan-kawan wartawan yang lebih paham dan mengawasi kami selama ini. Apakah Bawaslu sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, kawan-kawan yang lebih tahu," kata Totok dalam kegiatan Diskusi Media Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun yang diselenggarakan di Pangandaran, Kamis (3/9/2026).

Totok meminta para awak media untuk terus menyampaikan fakta dan realita kinerja pengawasan secara jujur tanpa adanya keberpihakan. Menurutnya, laporan berita yang objektif dan terelaborasi dengan baik adalah bentuk pertanggungjawaban publik yang hakiki.

"Tugas kawan-kawan adalah mencari angle yang baik, mengelaborasi data, lalu menyampaikannya kepada masyarakat tanpa berpihak. Biar masyarakat yang nantinya akan menilai. Itulah marwah jurnalisme," tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Totok mengutip bait puisi dari jurnalis senior Haji Akil Ali (10 November 1981) sebagai persembahan dedikasi bagi seluruh pihak yang bekerja menjaga integritas dan martabat keadilan di ruang publik.

"Di sini bekerja para pendiam yang berteriak ketika keadilan tak lengkap, ketika kebenaran tersisih. Di sini bekerja para pendiam yang gemuruh mencipta kebebasan, berdiri di lapangan kejujuran dan kebenaran, serta menjaga martabat kemanusiaan," tutupnya.


Editor: Reyn Gloria

Foto: Bintang Ayudia