Submitted by Regi Renovan on
Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait saat menyerahkan plakat manajemen talenta di Surabaya, Sabtu (17/10/2026)

Surabaya, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait, mendorong seluruh pegawai di lingkungan Bawaslu untuk memanfaatkan masa di luar tahapan pemilu guna meningkatkan kompetensi melalui Pendidikan dan pelatihan (diklat). Dorongan tersebut sejalan dengan penerapan manajemen talenta yang menurutnya menuntut kerja lebih besar, tetapi menghadirkan sistem peengembangan karier yang lebih adil.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand dalam kegiatan Piloting Sosialisasi dan Pemutakhiran Data Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rangka Implementasi Manajemen Talenta di Lingkungan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota Jawa Timur, yang berlangsung di Surabaya, Sabtu (17/10/2026).

Dalam sambutannya, pria kelahiran Medan ini menegaskan manajemen talenta tidak dapat dipahami secara tergesa-gesa. Ia menjelaskan, skema tersebut terdiri atas sembilan kotak yang harus dipelajari secara berurutan dan cermat, mulai dari kotak pertama hingga kesembilan.

“Manajemen talent ini, kalau Bapak Ibu baca pelan-pelan, harus pelan-pelan, tidak bisa langsung dihantam sekaligus. Dipahami ada sembilan kotak, jadi pahami kotak satu itu apa, dua apa, sampai dengan sembilan”, ujarnya.

Menurut Ferdinand, manejemen talenta bertujuan menempatkan pegawai secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. “Manajemen talenta itu pelan-pelan mendudukkan kita sesuai dengan apa yang kita miliki”, tuturnya.

Dia juga mengakui bahwa manajemen talenta sebagaimana model penilaian lainnya, memiliki kelemahan berupa unsur subjektivitas. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar proses penempatan dari kotak satu hingga Sembilan dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa.


Meski demikian, Doktor Ilmu Komunikasi ini juga meyakini penerapan manajemen talenta akan memberikan kepastian dan keadilan yang lebih baik bagi seluruh pegawai. “Sebenarnya manajemen talenta nanti membuat kita kerja lebih capek, tetapi lebih fair”, tegasnya.

Dalam konteks itulah, Ferdinand menyampaikan pegawai saat ini didorong untuk mengikuti diklat, antara lain Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). Ia mengingatkan bahwa selama masa tahapan pemilu, pegawai nyaris tidak memiliki kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan, sehingga masa di luar tahapan harus dimanfaatkan secara optimal.

Di akhir sambutannya, dia kembali mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk mempelajari manajemen talenta dengan seksama agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman. “Siapa pun kita sekarang, pelan-pelan baca manajemen talent aitu, supaya kita tidak gagal paham dan tidak gagal memaknainya”, pungkasnya.

Editor: Reyn Gloria

Foto: Regi Renovan