Dikirim oleh Robi Ardianto pada
Sekertaris Jenderal Ferdinand Eskol Tiar Sirait saat membuka Orientasi PPPK Tingkat Provinsi 2026 secara daring, Kamis (7/5/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait meminta jajaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, masyarakat menaruh harapan besar kepada Bawaslu untuk memastikan pemilu berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), serta bebas dari pelanggaran.

“Saya ingin mengingatkan bahwa Bawaslu berdiri di atas fondasi integritas dan kepercayaan publik. Karena itu, integritas harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengawasi orang lain,” katanya saat membuka Orientasi PPPK Tingkat Provinsi 2026 secara daring, Kamis (7/5/2026).

Dalam sambutannya, Ferdinand menjelaskan dua komponen utama yang dirancang dalam pelaksanaan orientasi tersebut. Pertama, pengenalan fungsi aparatur sipil negara (ASN) yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai kedudukan dan peran PPPK dalam mewujudkan smart government.

Kedua, pengenalan nilai dan etika instansi guna menanamkan enam nilai kelembagaan Bawaslu, yakni mandiri, integritas, transparansi, profesional, akuntabilitas, dan kebersamaan.

Menurutnya, PPPK memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Karena itu, PPPK Bawaslu juga dituntut menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN yang berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“PPPK memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Demikian pula PPPK di Bawaslu yang dituntut menjunjung tinggi nilai-nilai ASN yang berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif,” ujarnya.

Editor: Hendi Poernawan⁩