Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait mengatakan pemeriksaan kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola dan kinerja lembaga. Dia juga berharap pemeriksaan tersebut menjadi ruang memperoleh masukan dan rekomendasi guna melakukan perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
Apalagi, kata dia, Bawaslu merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam mengawal demokrasi dan penyelenggaraan pemilu. Untuk itu, Bawaslu harus didukung tata kelola kelembagaan dan administrasi pemerintahan yang profesional, independen, dan akuntabel.
"Pemeriksaan kinerja ini tidak hanya dipandang sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan. Lebih dari itu, pemeriksaan kinerja merupakan kesempatan untuk memperoleh insight, masukan, dan rekomendasi yang konstruktif dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola serta kinerja kelembagaan Bawaslu," katanya saat membuka Entry Meeting Pemeriksaan Pendahuluan Kinerja atas Pelaksanaan Kegiatan Non-Tahapan Pemilu Tahun 2025 dan Semester I Tahun 2026 di Kantor Bawaslu, Rabu (29/7/2026).
Selain itu, menurutnya, pemeriksaan kinerja merupakan bagian dari mekanisme check and balances dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dia juga menegaskan komitmen Bawaslu mendukung pelaksanaan pemeriksaan secara terbuka, kooperatif, dan profesional.
Tujuannya, kata dia, agar proses pemeriksaan berjalan efektif sekaligus menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga.
"Saya mengharapkan seluruh satuan kerja terkait dapat memberikan respons yang cepat dan konstruktif terhadap setiap permintaan data maupun informasi dari tim pemeriksa. Apabila terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi, segera komunikasikan secara terbuka sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan efektif dan lancar," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ferdinand juga mengatakan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 11 kali berturut-turut merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat Bawaslu berhenti melakukan pembenahan.
"Pencapaian WTP yang telah kami raih semoga tidak membuat kami lupa bahwa tata kelola keuangan selalu dinamis dan membutuhkan perbaikan setiap saat," ujarnya.
Dia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas tata kelola serta akuntabilitas kinerja lembaga.
Kepala Subdirektorat Pemeriksaan I.C.2 BPK, Ahdony Asfiansyah, mengatakan pemeriksaan pendahuluan tersebut tidak bertujuan menilai kepatuhan lembaga. Hasilnya, kata dia, berupa rekomendasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan di Bawaslu.
"Sebetulnya pemeriksaan ini lebih memberikan manfaat bagi entitas yang diperiksa. Karena, nanti isinya rekomendasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan di Bawaslu," ujarnya.
Untuk itu, dia berharap dapat memperoleh informasi selengkap-lengkapnya dan sedetail mungkin. Menurutnya, apabila data yang diberikan kurang tepat, kesimpulan yang dihasilkan pun berpotensi kurang tepat.
Entry meeting tersebut juga dihadiri Deputi Bidang Administrasi La Bayoni, Deputi Bidang Dukungan Teknis Yusti Erlina, Inspektur Utama Rini Wartini, serta seluruh pejabat eselon II Bawaslu.
Editor: Reyn Gloria
Foto: Robi Ardianto