Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Anggota Bawaslu, Herwyn J. H. Malonda, menekankan pentingnya membangun hubungan kerja yang selaras dan saling mendukung antara jajaran Sekretariat (Aparatur Sipil Negara/ASN) dan pimpinan atau Anggota Bawaslu. Hubungan kedua belah pihak diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan demi mewujudkan pengawasan pemilu yang efektif dan akuntabel.
Herwyn menjelaskan bahwa ASN di lingkungan Bawaslu memiliki peran teknis-operasional yang sangat vital. Secara fungsi, sebagian besar tugas-tugas pimpinan sebenarnya dapat dikerjakan oleh ASN, kecuali pada fungsi representatif lembaga dan pengambilan keputusan strategis.
"Sebenarnya ASN dan pimpinan ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kerja-kerja pimpinan itu bisa dikerjakan oleh ASN, kecuali yang berkaitan dengan mewakili lembaga pada pertemuan resmi kenegaraan, pertemuan antarlembaga, fungsi mediator, adjudikator, serta membuat keputusan dalam rapat pleno," ujar Herwyn saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data ASN pada Rabu (29/7/2026).
Ia pun memotivasi para ASN agar tidak hanya bekerja secara standar, melainkan berani berinovasi dan berpikir lebih progresif. "Seringkali saya katakan kepada ASN, mari kita berpikir melebihi pimpinan, jangan sekadar berpikir sama dengan pimpinan. ASN sejak awal sudah dididik untuk kerja fokus dan profesional. ASN bisa memberikan feeding atau masukan informasi yang tepat tentang apa yang harus dilakukan oleh pimpinan," tegasnya.
Herwyn membagikan pengalaman kepemimpinannya saat menjabat sebagai Ketua Bawaslu Provinsi. Dalam setiap proses pengambilan keputusan strategis, khususnya yang berkaitan tugas wewenang Bawaslu, ia selalu meminta jajaran sekretariat menyusun minimal dua alternatif keputusan beserta rekomendasi teknis guna memberikan ruang pertimbangan yang objektif dan terukur sebelum menetapkan kebijakan akhir.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Bawaslu merupakan lembaga yang memiliki keunikan tersendiri sebagai pengawal demokrasi. Oleh karena itu, jajaran ASN dituntut tidak hanya bekerja mengalir mengikuti ritme birokrasi, tetapi juga mampu memfasilitasi sekaligus berpikir proaktif demi suksesnya pengawasan pemilu.
Terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia (SDM), Herwyn menyoroti pentingnya data kinerja ASN yang akurat dan berkualitas. Data kinerja ini nantinya menjadi fondasi utama dalam menerapkan mekanisme reward and punishment secara objektif.
"Kinerja itu berimplikasi pada dua hal, reward dan punishment. Reward diberikan misalnya melalui pengembangan karir, pelatihan-pelatihan, hingga pengisian jabatan di masa depan. Kita juga perlu memetakan data prestasi kinerja ASN daerah yang berpindah/mutasi agar dapat memetakan rekam jejaknya sesuai tupoksi," tambahnya.
Herwyn berharap implementasi sistem merit di lingkungan Bawaslu dapat berjalan secara optimal sehingga pengelolaan kepegawaian benar-benar didasarkan pada kompetensi dan rekam jejak kinerja.
"Saya harap dengan sistem merit ini kepegawaian kita benar-benar sesuai dengan kompetensi dan kinerja yang akan menuntun kerja-kerja berbentuk simbiosis mutualisme dua pihak yang saling tergantung dan menguatkan antara Anggota Bawaslu dan Sekretariat. Dengan data yang berkualitas, kita dapat membuat kebijakan SDM yang tepat, objektif, dan akuntabel," pungkasnya.
Foto: Bhakti Satrio W
Editor: Hendi Poernawan