Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Puadi mengatakan Bedah Buku Data Pemilih menjadi ruang dialog antara dunia akademik dan praktik kepemiluan. Buku yang dibedah tidak hanya disusun sebagai karya akademik, tetapi juga sebagai refleksi atas praktik langsung pengawasan pemilu, terutama dalam penanganan pelanggaran.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu, Puadi, meminta seluruh jajaran pengawas pemilu di daerah untuk segera menyesuaikan pendekatan penanganan pelanggaran setelah terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135 Tahun 2025.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Puadi menjelaskan bahwa literasi data mampu memperkuat pemetaan pelanggaran. Sejalan dengan dibuatnya Indeks Kerawanan Pemilu, literasi data menjadi kompetensi bagi pengawas pemilu dalam deteksi dini proses pelanggaran di tiap-tiap tahapan.
Surabaya, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Puadi menegaskan bahwa bedah buku bukan sekadar diskusi akademik, melainkan langkah penting mempersiapkan landasan pemikiran bagi Debat Hukum Pemilu 2025. Tahapan ini memperkuat perspektif kelembagaan menghadapi tantangan penegakan hukum Pemilu.
Malang, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Puadi menyebut sinergi antara literasi data dan bedah buku sebagai fondasi penting dalam memperkuat pengawasan pemilu modern.