Submitted by Nofiar on
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda (kanan) saat membuka Sosialisasi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 secara daring di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mendorong jajaran Bawaslu menjadikan program Bawaslu Membelajarkan sebagai sarana memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus meningkatkan literasi publik mengenai kepemiluan dan pengawasan pemilu. Menurutnya, pengembangan kapasitas internal perlu berjalan seiring dengan penyebarluasan pengetahuan kepada masyarakat.

“Video pembelajaran ini menjadi bagian dari tanggung jawab kita (Bawaslu) untuk memperkuat kapasitas SDM. Ketika dipublikasikan, itu juga menjadi tanggung jawab kita memberikan pencerahan kepada publik melalui literasi kepemiluan dan pengawasan pemilu,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 secara daring di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Herwyn mengatakan program  Bawaslu Membelajarkan dirancang sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun budaya belajar di lingkungan Bawaslu. Karena itu, menurutnya, setiap materi yang diproduksi harus memiliki substansi yang kuat dan dikemas melalui media yang mudah dipahami masyarakat.

Dia menjelaskan proses produksi video diharapkan turut memperkuat soliditas dan kerja kolektif di lingkungan Bawaslu. Penyusunannya perlu melibatkan pimpinan dan staf, termasuk memperhatikan keterwakilan perempuan serta kolaborasi antardivisi sesuai petunjuk teknis yang telah disusun.

Herwyn berharap seluruh Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota berpartisipasi aktif dalam program tersebut. Nantinya, kata dia, video pembelajaran yang dihasilkan akan menjadi bank pengetahuan Bawaslu yang dapat dimanfaatkan seluruh jajaran untuk mendukung pengembangan kapasitas secara berkelanjutan. Dia juga mengingatkan agar setiap satuan kerja tidak hanya mengejar kuantitas video, tetapi turut memastikan kualitas materi yang diproduksi sehingga mampu memberikan manfaat bagi publik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Roy Siagian mengatakan pengalaman penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024 merupakan aset pengetahuan kelembagaan yang sangat bernilai. Menurutnya, pengetahuan tersebut perlu didokumentasikan, dikembangkan, dan didiseminasikan agar menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh jajaran Bawaslu dalam memperkuat kapasitas menghadapi Pemilu dan Pemilihan 2029.

Foto: Tangkapan layar Zoom 
Editor: Dey