Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Hari ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) genap berusia delapan belas tahun. Sejak dibentuk pada 9 April 2008 melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, Bawaslu hadir dengan semangat mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan jujur, adil, dan berintegritas.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait meminta seluruh jajaran pengawas memperkuat peran pengawasan karena ada kepercayaan publik yang harus dijaga dan ditingkatkan. Keberhasilan pengawasan tidak semata ditentukan oleh sistem dan regulasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya.
Jakarta, Bada
Jakarta, Bada
Palu, Badan P
Palu, Badan P
Jakarta, Bada
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat pengawasan melalui pendekatan preventif yang lebih modern. Menurutnya, Bawaslu saat ini tengah menggeser paradigma pengawasan agar tidak lagi bersifat pasif.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menegaskan bahwa reformasi kelembagaan merupakan salah satu fokus utama Bawaslu saat ini. Salah satu instrumennya adalah penataan organisasi melalui rotasi pejabat, terutama pada level Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon II.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengatakan kelompok muda memiliki posisi strategis dalam menjaga proses demokrasi. Sebab menurutnya, secara kuantitatif, pemilih muda memiliki jumlah yang sangat besar dalam komposisi pemilih pada pemilu.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty, mengatakan pengawasan pemilu memiliki peran strategis sebagai arsitektur integritas demokrasi. Pasalnya, pengawas pemilu tidak hanya memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai aturan, tetapi juga menjaga legitimasi proses demokrasi secara keseluruhan.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Inspektur Utama Bawaslu Rini Wartini menegaskan bahwa akuntabilitas dalam pengawasan pemilu tidak hanya berkaitan dengan laporan administratif dan kinerja kelembagaan. Ia menilai, hal tersebut juga mencakup tanggung jawab moral dan spiritual setiap jajaran pengawas.
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mendorong penguatan kelembagaan Bawaslu melalui evaluasi pelaksanaan program pengawasan pemilu. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas lembaga sekaligus menjaga integritas demokrasi dalam setiap tahapan pemilu.